DISUSUN OLEH : NAMA : SUNARFYA KELLAS : A3B PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NANI HASANUDDIN MAKASSAR 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan yang maha Esa karena atas limpahan rahmat , hidayah setra karunia-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul " BAGAIMANA CARA MENCEGAH DESINTEGRASI " Tak lupa pula saya
JilidII : Komunisme di Indonesia, Penumpasan Pemberontakan PKI (1948) Jilid III : Komunisme di Indonesia, Konsolidasi dan infi ltrasi PKI ( 1950 - 1959) Jilid IV : Komunisme di Indonesia, Pemberontakan G. 30 S/PKI dan Penumpasannya (1960 - 1965). Jilid V : Komunisme di Indonesia, Penumpasan Pemberontakan PKI dan Sisa-sisanya (1965 - 1981).
KyaiHafif: NU Kuat Ideologi, Lemah Karya Tulis Sabtu, 9 Januari 2016 | 17:51 WIB BANDARLAMPUNG - Nahdlatul ulama (NU) adalah merupakan organisasi islam terbesar dan memiliki pengikut terbanyak di Indonesia. Baik dari kalangan masyarakat biasa (awam) sampai intelektual, bahkan cendikiawan. Tokoh-tokoh NU, baik ulama maupun politisi tersebar
Arifin Mukh (2010) Industrialisasi Peternakan Sapi Potong di Indonesia: peluang, potensi dan tantangan. Documentation. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Arifin Siregar, arifin (2010) PENERAPAN TATA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM PENYELENGGARAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU. Masters thesis, Master of Law.
PengertianAstagatra dalam ketahanan nasional Indonesia. BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat
B KETAHANAN NASIONAL YANG DI HARAPKAN DI ERA . GLOBALISASI. Sebagaimana Anda telah pelajari pada bagian terdahulu, bahwa ketahanan nasional Indonesia harus mampu memberikan jaminan, terhadap (1) Identitas dan integritas Nasional (2) Eksistensi bangsa Indonesia dan negara kesatuan Republik Indonesia (3) Tercapainya tujuan dan cita-cita Nasional
Menurutkonsep Pancasila, yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia, saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. Ideologi Pancasila, baik setiap silanya maupun
Diwilayah Jammu dan Kashmir, terdapat lembah sungai Sindhu. Di lembah inilah cikal bakal kehadiran paham Siwaisme pertama kali di India, dan berkembang pesat ke seluruh India, dan wilayah diluar India, salah satunya adalah Indonesia. Arti kata Saiva Siddhanta : Kata Saiva disini bermakna paham Siva, Sedangkan kata Siddhanta bermakna ajaran agama.
BangsaIndonesia sejak dasa warsa terakhir disibukan oleh kegiatan para penguasa atau pemimpin negeri ini yang secara logika teori bisa menjadi pemimpin yang bijak, menjadi contoh ketika dia berada di garis depan atau sebagai pembangkit motivasi dikala berada di tengah-tengah masyarakat dan menjadi pendengar setia ketika berada di balik layar.
lainnya Untuk mengatasinya, berikut ini solusi yang bisa dilakukan. Membatasi limbah yang bisa mencemari air tanah Mengawasi masyarakat serta lembaga-lembaga untuk menjaga sumber air. Pelaksanaan undang-undang lingkungan hidup 11. Pemanasan Global Masalah ini sepertinya tak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di berbagai negara-
gMZ1Q. Jakarta - Pembinaan ideologi Pancasila dinilai jadi jawaban dari berbagai tantangan dan persoalan bangsa saat ini, termasuk dalam mengatasi pandemi COVID-19. Adapun caranya adalah dengan kerja keras dan gotong royong dari masyarakat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Yudian Wahyudi, kemerdekaan saat memberi nikmat segalanya. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat bersatu sesuai falsafah Pancasila."Kita diuji oleh globalisasi atau modernisasi. Sekarang, pandemi COVID-19 sebagai ujian Tuhan sekaligus hukum alam. Selalu jaga prokes protokol kesehatan lalu berdoa, atau bisa dibalik," ujar Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Yudian Wahyudi dalam keterangan tertulis, Selasa 29/6/2021. Hal ini dia ungkapkan dalam Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Tokoh Agama, Pendidikan, Masyarakat, Pemuda dan Komponen Masyarakat Lainnya, di Samarinda, Kalimantan menuturkan sebagai salah satu bukti konkret, BPIP sedang menyelesaikan 15 buku bahan ajar pedoman belajar Pancasila buat siswa PAUD Pendidikan Anak Usia Dini hingga perguruan tinggi. Buku tersebut dikerjakan oleh 120 ahli lintas akademi dan agama. Muatannya 30 persen teori dan 70 persen kegiatan interaksi sosial."Awal Juli ini siap disebarluaskan. Saya minta doa dan dukungan agar lancar serta bermanfaat," Bidang Diklat BPIP Baby Siti Salamah mengingatkan pesan Presiden Jokowi pada 1 Juni lalu yang mengimbau perlunya cara-cara baru untuk mendalami Pancasila di tengah berbagai tantangan global. Salah satunya memanfaatkan perkembangan iptek terutama revolusi industri keagamaan sama dengan Pancasila. Para tokoh, elemen bangsa menguatkan sosialisasi Pancasila. BPIP membantu presiden dalam koordinasi, sinkronisasi, standarisasi, akreditasi, serta rekomendasi hasil kajian regulasi kepada lembaga tinggi, ASN, ormas dan sebagainya," itu, Gubernur Kaltim yang diwakilkan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Sufian Agus mengapresiasi BPIP dalam mendorong aktivitas pendalaman wawasan kebangsaan sesuai Pancasila dan UUD 1945."Perkembangan zaman sangat cepat. Budaya luar lambat laun mengancam tatanan adat istiadat, kelangsungan bermasyarakat dan bernegara. Ideologi Pancasila tak bisa ditawar," papar Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK Nyoman Shuida menambahkan Revolusi Mental adalah salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Gerakan Nasional ini erat kaitannya dengan Pembinaan Ideologi Pancasila yang sejauh ini berhasil dilakukan oleh BPIP."Revolusi mental itu visi presiden. Pancasila nilai praksis, revolusi mental operasionalisasi. BPIP sejalan pula dengan Generasi Emas 2045 dan program lainnya," beber dia, pembinaan Pancasila penting untuk merubah pola pikir, serta menumbuhkan etos kerja, gotong royong, dan sisi lain, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda M. Ilyasin menegaskan Pancasila adalah produk sejarah monumental. Merawatnya harus sabar dan telaten, didasari cinta dan semangat yang tinggi."Sebagai lembaga formal, mari kita dukung tugas BPIP yang sangat mulia," juga video 'Sederet Harapan Warganet di Hari Lahir Pancasila'[GambasVideo 20detik] prf/ega
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Secara geografis, Indonesia terletak pada koordinat 6 LU - LS dan 95 BT - BT diantara Benua Asia dan Australia serta Samudera Hindia dan Pasifik. Letak geografis Indonesia yang strategis dan terbuka, serta mengandung potensi sumber kekayaan alam. Selain kekayaan alam Indonesia juga dianugerahi kebudayaan, agama, suku, bahasa daerah yang beragam. Hal ini tentu menjadi peluang dan keuntungan bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita nasionalnya. Namun di sisi lain, letak geografis yang menjadi perlintasan dan pertemuan kepentingan berbagai negara juga rentan akibat dampak perkembangan lingkungan strategis, serta dapat berkembang menjadi ancaman bagi ketahanan bangsa dan pertahanan berbeda dengan pertahanan. Ketahanan Nasional didefinisikan sebagai keadaan dinamis suatu bangsa, termasuk keuletan dan ketangguhan, mampu menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa itu serta kemampuannya mencapai tujuan nasional. Sedangkan, Pertahanan merupakan upaya untuk meningkatkan ketahanan melalui angkatan bersenjata yang kuat dan memelihara kedisiplinan nasional yang rangka membangun ketahanan bangsa Indonesia, pertahanan dan keamanan, penguasaan, pengembangan dan penggunaan teknologi merupakan cara cerdas untuk mengantisipasi dan menghadapi ancaman militer maupun nonmiliter. Namun, sektor pertahanan dan keamanan harus mengantisipasi perkembangan teknologi digital yang berdampak signifikan pada sistem keamanan siber dan teknologi pertahanan. Selain penguasaan teknologi, sektor pertahanan dan keamanan negara juga memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, integritas, dan semangat untuk menciptakan kekuatan militer yang efektif bagi pertahanan dan keamanan di Indonesia. Tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita Indonesia, selain menciptakan ketahanan yang sebaik mungkin, juga tantangan di sektor pertahanan. Adanya isu-isu kawasan adanya gelar kekuatan negara-negara besar di kawasan Laut Cina Selatan, tidak mustahil akan menimbulkan masalah pertahanan bagi Indonesia. Gangguan masalah perbatasan dengan negara tetangga seperti masalah wilayah Ambalat di Laut Sulawesi yang di klaim oleh Malaysia, serta wilayah perbatasan teritorial lainnya. Dari perspektif Ketahanan Nasional, pertahanan negara Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan dinamika kondisi terkait pendekatan astagatra. Pendekatan astagatra meliputi trigatra aspek alamiah dan pancagatra aspek sosial yang terdiri dari kondisi geografis negara, kekayaan alam, keadaan dan kemampuan penduduk, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan Hankam. Ke-delapan aspek tersebut secara utuh membentuk perilaku masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pelaksanaannya, ketahanan nasional menitikberatkan pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan yang serasi, selaras dan seimbang, hal tersebut mencerminkan adanya keterkaitan yang erat antara kondisi Ketahanan Nasional dengan Pertahanan Negara secara karena itu, pengembangan seluruh aspek astagatra dalam pembangunan pertahanan negara akan menentukan kualitas pertahanan negara, baik dimasa damai maupuan masa perang. Kualitas Pertahanan Negara akan berbanding lurus dengan keadaan Ketahanan Nasional, artinya setiap perubahan ketahanan nasional bangsa secara otomatis akan mempengaruhi kualitas pertahanan negara. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Benarkah ketahanan ideologi Indonesia berada dalam kondisi rapuh? Setidaknya demikian yang bisa kita tangkap dalam pernyataan Lembaga Pertahanan Nasional lemhanas beberapa waktu ini. Jika menilik beberapa pemberitaan berkaitan dengan ketahanan ideologi, akan banyak dijumpai pernyataan senada bahwa ketahanan ideologi sedang dalam kondisi mengkhawatirkan. Dalam rentang 2014-2015 ada 12 provinsi yang mengalami pelemahan ketahanan ideologi, bahkan dari 34 provinsi di Indonesia, hanya terdapat 5 provinsi yang berada dalam klasifikasi cukup tangguh berdasarkan survei yang dilakukan oleh The Fund for bicara jauh tentang ketahanan ideologi di kalangan generasi muda, kita akan mulai terlebih dahulu dengan pemahaman mengenai ketahanan ideologi. Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia berlandaskan keyakinan terhadap kebenaran ideologi Pancasila yang memiliki kemampuan menggalang persatuan dan kesatuan nasional. Dalam hal ini, bangsa Indonesia meyakini bahwa Pancasila merupakan ideologi yang dapat menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, ras dan budaya yang telah ada di bumi nusantara, demi kepentingan bersama untuk mewujudkan cita-cita nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tangguh artinya tahan terhadap ancaman. Jika tangguh dilekatkan pada sikap mental manusia, maknanya ia tidak mudah menyerah menghadapi berbagai rintangan. Dalam konteks berbangsa, ketahanan ideologi ini seyogianya dicerminkan oleh sikap kolektif warga negara yang menghayati dan mengamalkan Pancasila. Kembali pada sikap mental, maka ketahanan ideologi inipun bisa melemah karena adanya pengikisan nilai ideologi dalam masyarakat. Oleh karena itu perlu upaya untuk membangkitkan kembali gagasan tentang pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Layaknya seseorang yang menurun semangatnya ketika berhadapan dengan masalah yang melahirkan pesimisme, mereka yang tangguh memiliki resiliensi yang tinggi. Dengan demikian, ketahanan ideologi dapat dimaknai sebagai resiliensi suatu ideologi bertahan menghadapi pergulatan dinamika sosial politik ekonomi untuk tetap hidup dan menjadi gagasan utama yang menjiwai seluruh tatanan kehidupan warga bangsanya. Tentu saja untuk terus hidup, ideologi negara perlu terus dipelihara, dilestarikan, diwariskan generasi masa kini agar diwarisi generasi mendatang. Negara ini akan tetap berdiri tegak sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia jika generasi mudanya memegang teguh ideologi yang telah diwariskan pendiri bangsa. Menilik UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, definisi pemuda dibatasi pada mereka yang berusia 16 hingga 30 tahun, namun generasi muda memiliki jangkauan spektrum definisi yang lebih lebar. Dari aspek program pembinaan misalnya, generasi muda adalah bagian penduduk yang berusia 0 - 30 tahun. Dipandang dari kematangan psikologis, usia 30 - 40 tahun dianggap sebagai masa transisi kedewasaan pemuda menuju tingkat kematangan pribadi. Sedangkan secara ideologis-politis, generasi muda adalah mereka yang akan menggantikan generasi pendahulu sebuah organisasi, atau kepemimpinan dalam masyarakat, yang berusia 18 - 30 tahun, bahkan hingga 40 tahun. Oleh karena itu, nasib suatu bangsa, baik dan buruknya negara ini kelak, sangat ditentukan oleh karakter generasi mudanya, oleh nasionalisme dan patriotisme yang mereka miliki untuk membangun negerinya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta daya saing mereka dengan bangsa-bangsa lain di di usia yang prima, generasi muda memiliki produktivitas yang tinggi, aktif serta memiliki idealisme yang tinggi. Idealisme adalah keyakinan atas suatu hal yang dianggap benar oleh individu yang bersumber dari pengalaman, pendidikan, kultur budaya dan kebiasaan. Idealisme tumbuh secara perlahan dalam jiwa seseorang, dan termanifestasikan dalam bentuk perilaku, sikap, ide maupun cara ini mendorong kaum muda tertarik pada nilai-nilai ideal, tentang kehidupan bermasyarakat, penegakan hukum, keadilan termasuk kehidupan beragama. Daya tarik nilai ideal ini membawa tuntutan implementasi norma-norma ideal tersebut dalam hidup bermasyarakat, dan bernegara. Hal ini berimplikasi pada munculnya gerakan-gerakan pemuda untuk mewujudkan konsep ideal itu. Seorang tokoh nasional, Tan Malaka pernah berkata, "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda". Idealisme tentang cita-cita bangsa Indonesia yang berdaulat bebas dari kolonialisme menjadi bahan bakar yang menggerakkan para pemuda berjuang, dalam pergerakan-pergerakan nasional menempuh risiko apapun mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Di masa pasca reformasi, dengan kebebasan berserikat dan mengekspresikan pendapat yang lebih luas, idealisme pemuda muncul dalam berbagai bentuk yang lebih beragam. Mereka bersedia mengambil inisiatif dan terobosan berani, memotong rantai birokrasi dan prosedur berbelit, hingga lahir gerakan-gerakan swadaya yang dipelopori para pemuda. Sebut saja kisah Gamal Albinsaid, seorang dokter muda yang menggerakan warga binaannya untuk mengelola sampah, yang kemudian hasil pemilahan sampah dihargai senilai nominal tertentu agar dapat digunakan untuk membiayai contoh idealisme generasi muda yang dijiwai keingingan mengabdi, melestarikan budaya, meningkatkan derajat pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya, bahkan rela melepas kenyamanan privilege yang sudah dinikmati sebagai kalangan sukses dengan jabatan pekerjaan dan penghasilan yang tinggi. Inilah idealisme pemuda yang tentu selaras dengan nilai luhur Pancasila yang diilhami Kemanusiaan yang adil dan beradab. Menjadi pendidik di daerah terpencil, menjadi tenaga medis, pelestari mangrove di daerah pantai yang memberdayakan masyarakat, adalah sebagian contoh yang kita saksikan. Dorongan untuk memanusiakan sesama manusia yang rendah akses kesehatan, pendidikan dan pembiayaan oleh perbankan konvensional, dan sisi lain, idealisme mendorong sikap kritis generasi muda terhadap penyimpangan nilai-nilai ideal yang semestinya hadir di tengah masyarakat. Nilai itu antara lain, penegakan hukum, kemakmuran yang merata, keadilan sosial, pemimpin yang jujur, ketertiban bermasyarakat dan sebagainya. Sementara Pancasila, yang dinyanyikan anak-anak Sekolah Dasar, Garuda Pancasila, lalu diberikan dalam mata pelajaran PPKn hingga perguruan tinggi berupa mata kuliah wajib Pendidikan Pancasila, terasa hanya sebatas ideologi bisu. Sebagian generasi muda beranggapan bahwa Pancasila tidak hadir di tengah berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Dan golongan ini tertarik untuk menemukan alternatif solusi all in one package pada ideologi lain. 1 2 Lihat Lyfe Selengkapnya