Eps30 Pertemuan Di Kotaraja Karya Wen Rui An / Tjan ID Tidak banyak jagoan di kolong langit yang mampu menjepit kilatan pedang si Darah dingin,
16 Legenda Nalangit - Manusia Setengah Dewa - Wadew_Gambar - Cerita Bergambar - Episode 1Mbok Karmi dalam pertapaannya Berdoa memohon kepada para Dewa untuk
Belumlagi wanita tersebut adalah seorang murid manusia paling sakti (Lo Hian) saat itu, walaupun murid murtad, namun bagaimanapun merupakan manusia yang sulit dihadapi. Wanita ini pandai ilmu barisan, perangkap rahasia, racun, dan tentu ilmu silat yang tinggi. Cerita Silat Lepas Mandarin-China Karya Beberapa Pengarang: 13 Pendekar Rimba
Berikutdi bawah ini saya akan menceritakan beberapa tokoh di film ini . 1.Qiao Feng/Xiao Feng (Wallace Chung). Ini dia tokoh utama di film ini Qiao Feng/Xiao Feng seorang pendekar muda dengan level ilmu silat yang sangat tinggi Qiao Feng belajar ilmu shaolin dan belajar ilmu Kaipang. jurusnya yang paling handal yaitu 18 tapak Naga. walaupun
khoping hoo bu kek siansu istana pulau es,kho ping hoo,kisah bu kek siansu,bu kek siansu,serial bu kek siansu,kho ping hoo pendekar sakti,kho ping hoo pende
cersilyang menarik. cerita silat manusia setengah dewa eps 12 bersosial com. info perguruan pencak silat di batam. cerita silat pedang awan putih setiawanli blogspot com Indonesia pustaka silat maya October 10th, 2018 - Cerita Silat Indonesia Aan Merdeka Kemelut di Cakra Buana Sang Mudilaya Senja Jatuh di Pajajaran Tersesat di Rawa Anom Perang
CeritaSilat Manusia Setengah Dewa Eps 5 Bersosial Com. Cerita Silat Karya Chin Yung Dan Khu Lung Cerita Silat. TEKNIK DASAR DALAM PENCAK SILAT Kuda ilmu jurus dan kitab yang dikenal gerbang naga harimau september 28th, 2018 - kitab kitab silat yang terdapat di ruang pustaka kuwil padma antara lain 1 pukulan dewa kutub langit amp bumi
CeritaSilat Manusia Setengah Dewa eps 12 Bersosial com. Legenda Tapak Budha Bacaan bagi penggemar silat. 8 Jurus “Ngawur‚ dan Paling Ikonik dari Wiro Sableng. Cerita silat pedang awan putih setiawanli blogspot 2 / 54. com. Cersil Pendekar Naga Raja Naga Cerita Silat Mandarin. DUNIA
NhUW2A. Cerita Silat Bergambar Ganes Th Si Buta dari Gua Hantu 1 Si Buta dari Gua Hantu 2 Misteri Borobudur 1 Misteri Borobudur 2 Sibuta contra Sibuta Tuan Tanah Kedawung Yanes – KPH PukulanTanganDewa02 , PukulanTanganDewa01 Seri Reo Manusia Serigala Reo Manusia Serigala Kontra Serigala Hantu Seri Nilam Dan Kesumah Nilam dan Kesumah 1 Nilam dan Kesumah 2 Nilam dan Kesumah 3 Seri Taufan Taufan 1, 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 11 , 12, 13 tamat Karya Djair Bajing Ireng Sang Saka Berlumur Darah Karya Yanes Rahasia Telaga Siluman Karya Hans Seri Panji Tengkorak Panji Tengkorak Dewi Bunga Alas Purba Duel Diatas Darah & Karang Pulau Tiga Iblis Karya Teguh Santosa Dewi Surati Joko Tole Karya Absony Seri Perawan Liar Perawan Liar 1, selanjutnya 2, 3, 4, 5 Mencari Golok Warisan 1, 2, 3 Seri Mahesa Jenar Sang Pembela Mahesa Jenar Sang Pembela 1, selanjutnya 2 , 3 ,4 ,5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10, 11 ,12 , 13 , 14, 15,16 , Seri Anak Kuburan Anak Kuburan 1, selanjutnya 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 Karya YUS Nyai Dasima 1 Nyai Dasima 2 Karya Jan Mintaraga Begawa Kasisapa Bangsacara dan Raga Padmi Karya HAR Seri Ganjar Wasiat Berdarah 1 Wasiat Berdarah 2 Cerita Wayang Mahabarata Mahabarata 1 , Mahabarata 2 ,Mahabarata 3, Mahabarata 4, Mahabarata 5, Mahabarata 6, Mahabarata 7, Mahabarata 8, Mahabarata 9, Mahabarata 10, Mahabarata 11,Mahabarata 12 Ramayana Ramayana 1, Ramayana 2, Ramayana 3, Ramayana 4, Ramayana 5, Ramayana 6,Ramayana 7, Ramayana 8, Ramayana 9, Ramayana 10, Ramayana 11, Ramayana 12,Ramayana 13, Ramayana 14, Ramayana 15, Ramayana 16, Ramayana 17, Ramayana 18,Ramayana 19, Ramayana 20 , Ramayana 21, Ramayana 22, Ramayana 23 Tammat Wayang Purwa Wayang Purwa 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8
Kwa Sin Liong Naga Sakti adalah anak tunggal dari keluarga Kwa, seorang pedagang obat terkenal di kota Kun Leng, sebelah timur Pegunungan Jeng Hoa San. Dikisahkan pada suatu malam rumahnya disatroni 3 orang pencuri yang kemudian membunuh Ayah Ibunya dengan bacokan golok. Pada saat itu umur Sin Liong lima tahun. Ketiga pencuri itu kemudian tertangkap dan dibantai oleh para tetangganya yang gemas karena telah dengan kejam membunuh keluarga Kwa. Semua kejadian itu; pembunuhan Ayah Ibunya dan pembantaian ketiga pencuri disaksikan Kwa Sin Liong dengan mata kepalanya sendiri sehingga membuatnya ngeri. Dia kemudian lari dari rumahnya dan sampai ke gunung Jeng Hoa San atau Gunung seribu bunga. Karena merasa nyaman dia menetap di gunung tersebut sampai 2 tahun lamanya dan belajar obat-obatan. Karena kepandaiannya dalam hal pengobatan dia kemudian mendapat julukan Sin Tong atau anak ajaib dari warga belajar pengobatan, kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terang bulan purnama membuatnya memiliki tulang kuat dan darah yang bersih. Kenyataan ini menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid. Perebutan atas diri Sin Liong akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong, seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw sungai-telaga dengan nama Pulau Sin Liong pada usia muda sudah berhasil memecahkan intisari dari bela diri dan kemudian juga mewarisi kemampuan menirukan serta mengetahui kelemahan ilmu orang lain dalam sekali lihat dari suhunya Pangeran Han Ti Ong, penguasa Pulau Es. Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah diterjang banjir besar. Karena kemampuan silat dan filsafatnya yang tak terukur nalar, dia kemudian dijuluki Bu Kek Siansu dan dilegendakan sebagai manusia setengah Kek Siansu mempunyai kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi, tanpa membedakan siapapun yang beruntung mendapat petunjuknya, sesat atau lurus. Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kwee Seng, Kam Bu Song dan Kam Han Ki. Tokoh lain yang beruntung mendapat petunjuk darinya meski tidak secara langsung ada juga seperti Maya dan Khu Siauw Bwee. Tokoh legenda ini terakhir kali muncul di kangouw pada episode Istana Pulau Es.
tertutup itu ke arah para penghuni dusun yang berwajah pucat dan dengan mata terbelalak memandang lima orang teman mereka yang telah tewas. "Cuat-cuat-cuat..." Dari ujung payung itu meluncur sinar-sinar hitam dan berturut-turut, enam orang dusun yang masih hidup menjerit dan roboh tak bergerak lagi, leher mereka ditembusi jarum-jarum hitam yang meluncur keluar dari ujung payung itu Sejenak Sin Liong terbelalak memandang kepada kedua orang itu yang berdiri di sebelah kanan dan kirinya. Kemudian dia memandang ke bawah, ke arah tubuh sebelas orang dusun yang telah menjadi mayat. Mukanya menjadi merah, air matanya berderai dan dengan suara nyaring dia berkata sambil menudingkan telunjuknya bergantian kepada Pat-jiu Kai-ong dan Kiam-mo Cai, "Kalian ini manusia atau iblis? Kalian berdua amat kejam, perbuatan kalian amat terkutuk. Membunuh orang-orang tak berdosa seolah kalian pandai menghidupkan orang. Bocah itu memandang kepada sebelas mayat dan sesenggukan menangis. "Hi-hi-hik, Sin-tong yang baik, apakah kau takut kubunuh? Jangan khawatir, aku datang bukan untuk membunuhmu," kata Kiam-mo Cai-li, agak kecewa melihat betapa bocah ajaib itu menangis dan membayangkannya ketakutan..Sin Liong mengangkat muka memandang wanita itu, biarpun air matanya masih berderai turun namun pandang matanya sama sekali tidak membayangkan ketakutan, "Kau mau bunuh aku atau tidak, terserah. Aku tidak takut" "Ha-ha-ha Benar hebat Sin-tong, kalau kau tidak takut kenapa menangis?" Pat-jiu Kai-ong menegur. "Apa kau menangisi kematian orang-orang tak berharga itu?" Kiam-mo Cai-li menyambung. "Mereka sudah mati mengapa ditangisi? Aku menangis menyaksikan kekejaman yang kalian lakukan, kau menangis karena melihat kesesatan dan kekejaman kalian." Dua orang tokoh sesat itu terbelalak heran saling pandang kemudian mereka teringat kembali akan niat mereka terhadap anak ajaib ini, maka keduanya seperti dikomando saja lalu tertawa, dan keduanya dengan kecepatan kilat menyerbu ke depan hendak menubruk Sin- Liong yang berdiri tegak dan memandang dengan sinar mata sedikitpun tidak membayangkan rasa takut "Desss......" Karena gerakan mereka berbarengan, disertai rasa khawatir kalau-kalau keduluan oleh orang lain, maka melihat Pat-jiu Kai-ong sudah lebih dekat dengan Sin-tong, Kiam-mo Cai-li lalu merobah gerakannya, tidak hendak menangkap Sin-tong karena dia kalah dulu, melainkan melakukan gerakan mendorong dengan kedua tangannya ke arah Pat-jiu Kai-ong Pukulan jarak jauh yang dilakukan oleh wanita iblis ini dahsyat sekali, membuat Pat-jiu Kai-ong terkejut ketika ada angin panas menyambar, maka dia cepat menunda niatnya menangkap Sin-tong dan bergerak menangkis. Keduanya merasakan dahsyatnya tenaga lawan dan terpental ke belakang Sejenak mereka saling berpandangan dan Pat-jiu Kai- ong yang lebih dulu dapat menguasai dirinya lalu tertawa, "Ha-ha-yha, lama tidak jumpa, Kiam-mo Cai- li menjadi makin gagah saja" "Pat-jiu Kai-ong, selama ada aku disini, jangan harap kau akan dapat merampas Sin-tong dari tanganku" Wanita itu berkata dan memandang tajam, siap menghadapi kakek yang dia tahu merupakan lawan yang tangguh itu. "Aha, Kiam-mo Cai-li, sekali ini kau mengalahlah kepadaku. Aku membutuhkannya untuk menyempurnakan ilmuku..." "Hi-hik, Ilmu Hiat-ciang Hoat-sut, bukan? Kau sudah cukup tangguh, Kai-ong, dan betapa mudahnya bagimu untuk mencari seratus orang anak lagi untuk kau hisap darah, otak dan sumsumnya. Jangan Sin-tong" "Hemmmm, kau mau menang sendiri. Apa kaukira aku tidak tahu mengapa kau menghendaki Sin-tong? Dia masih terlalu muda, Cai-li, tentu tidak akan memuaskan hatimu. Apa sukarnya bagimu mencari orang-orang muda yang kuat dan menyenangkan?" "Cukup Kita mempunyai keinginan sama, dan jalan satu-satunya adalah untuk memperebutkannya dengan kepandaian" "Ha-ha-ha, bagus sekali. Memang aku ingin mencoba kepandaian Wanita Pandai dari Rawa Bangkai" Liok Si, Si Wanita Pandai Berpayung Pedang dari Rawa Bangkai sudah tak dapan menahan kemarahannya melihat ada orang berani merintanginya, maka sambil berteriak keras dia sudah menerjang maju dengan senjatanya yang istimewa, yaitu payung hitam yang tangkainya sebatang pedang runcing itu. "Trakkk" Pat-jiu Kai-ong sudah menggerakkan tongkatnya menangkis. Gempuran dua tenaga raksasa membuat keduanya terpental lagi ke belakang dan Pat-jiu Kai-ong cepat meloncat ke depan, tongkatnya berubah menjadi segulungan sinar hitam yang menyambar ganas. "Trakk Trakkk" Dua kali senjata payung dan tongkat bertemu di udara dan keduanya terhuyung ke belakang. Diam-diam mereka berdua terkejut sekali dan maklum bahwa dalam hal tenaga sakti, kekuatan mereka berimbang. Sebelum mereka melanjutkan pertandingan mereka, tiba-tiba mereka melangkah mundur dan karena berturut-turut ditempat itu telah muncul lima orang kakek yang melihat cara munculnya dapat diduga tentu memiliki kepandaian tinggi. Mereka muncul seperti setan-setan, tidak dapat didengar atau dilihat lebih dahulu, tahu-tahu sudah berdiri di situ sambil memandang ke arah Pat-jiu Kai-ong dan Kiam-mo Cai-li dengan bermacam sikap. Ketika dua orang datuk kaum sesat atau golongan hitam ini melihat dengan penuh perhatian mereka terkejut sekali. Biarpun diantara lima orang itu ada yang belum pernah mereka jumpai, namun melihat ciri-ciri mereka, kedua orang datuk golongan hitam ini dapat mengenal mereka yang kesemuanya adalah orang- orang aneh di dunia kang-ouw yang masing-masing telah memiliki nama besar sebagai orang-orang sakti. Sementara itu, ketika melihat dua orang kakek dan nenek tadi bertanding memperebutkan dirinya, Sin Liong menjadi makin berduka. Tak disangkanya bahwa di tempat yang penuh damai ini di mana dia selama hampir tiga tahun tinggal penuh ketentraman dan kedamaian, yang membuat dia hampir melupakan kekejaman- kekejaman manusia ketika terjadi pembunuhan ayah-bundanya, kini dia menyaksikan kekejaman yang lebih hebat lagi di mana sebelas orang dusun yang sama sekali tidak berdosa dibunuh begitu saja oleh dua orang itu. Maka dia lalu duduk di atas batu, bersila dan tak bergerak seperti arca, hatinya dilanda duka, dan dia memandang dengan sikap tidak mengacuhkan. Bahkan ketika muncul lima orang aneh itu, dia pun tidak membuat reaksi apa-apa kecuali memandang dengan penuh perhatian namun dengan sikap sama sekali tidak mengacuhkan. Orang pertama adalah seorang kakek berusia enam puluh tahun, bertubuh tinggi besar dengan muka merah seperti tokoh Kwan Kong dalam cerita Sam-kok, kelihatan gagah sekali, di punggungnya tampak dua batang pedang menyilang, matanya lebar alisnya tebal dan suaranya nyaring ketika dia tertawa, "Ha-ha-ha, kiranya bukan hanya orang gagah saja yang tertarik kepada Sin-tong, juga iblis-iblis berdatangan sungguhpun tentu mempunyai niat lain" Dengan ucapan yang jelas ditujukan kepada Kiam-mo Cai-li dan Pat-jiu Kai-ong ini, dia memandang dua orang itu dengan terang-terangan. Orang ini bukanlah orang sembarangan, namanya sendiri adalah Siang-koan Houw, akan tetapi dia lebih terkenal dengan sebutan Tee-tok Racun Bumi karena selain merupakan seorang ahli racun yang sukar dicari tandingannya, juga dia amat ganas menghadapi lawan tidak mengenal ampun dan selain itu, juga dia amat jujur dan blak-blakan, bicara dan bertindak tanpa pura-pura lagi. Ilmu silatnya tinggi sekali, dan yang paling terkenal sehingga menggegerkan dunia persilatan adalah ilmu pukulannya yang disebut Pek-lui-kun Ilmu Silat Tangan Kilat dan Ilmu Pedangnya Ban-tok Siang-kiam Sepasang Pedang Selaksa Racun Tidak ada orang yang tahu dimana tempat tinggalnya karena memang dia seorang perantau yang muncul dimana saja secara tak terduga-duga seperti kemunculannya sekarang ini di Hutan Seribu Bunga. "Huhh, bekas Suteku yang tetap goblok" kata orang kedua. "Masa masih tidak mengerti apa yang dikehendaki dua iblis ini. Jembel busuk itu tentu ingin menghisap darah dan otak Sin-tong untuk menyempurnakan Ilmu Iblisnya Hiat-Ciang Hoat-sut. Sedangkan iblis betina genit ini apa lagi yang dicari kecuali sari kejantanan Sin-tong? Hayo kalian menyangkal, hendak kulihat apakah kalian begitu tak tahu malu untuk menyangkal" Orang yang kata-katanya amat menusuk ini adalah seorang kakek yang beberapa tahun lebih tua daripada Tee-tok, bahkan menyebut Tee-tok sebagai bekas sutenya karena memang demikian. Dia bertubuh tinggi kurus dan mukanya seperti tengkorak mengerikan, di ketiaknya terselip sebatang tongkat panjang dan gerak-geriknya ketika bicara seperti seekor monyet tidak mau diam, bahkan kadang-kadang menggaruk-garuk kepala atau pantatnya, matanya liar memandang ke kanan-kiri. Inilah dia tokoh hebat yang berjuluk Thian-tok Racun Langit, bekas suheng Tee-tok yang memiliki kepandaian khas. Selain lihai dalam hal racun sesuai dengan nama dan julukannya, juga dia adalah seorang pemuja Kauw Cee Thian atau Cee Thian Thaiseng, Si Raja Monyet itu, yaitu sebatang tongkat yang dia beri nama Kim- kauw-pang seperti tongkat Si Raja Monyet. Juga dia telah menciptakan ilmu silat tangan kosong yang meniru gerak-gerik seekor monyet yang diberinya nama Sin- kauw-kunIlmu Silat Monyet Sakti. Seperti juga Tee- tok, dia tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap, dan tidak ada yang tahu lagi nama aslinya, yaitu Bhong Sek Bin. "Hemmm, setelah ada aku disini jangan harap segala macam iblis dapat berbuat sesuka hati sendiri" kata orang ke tiga, suaranya kasar dan keras, pandang matanya seperti ujung pedang menusuk. Orang ini bernama Ciang Ham julukannya Thian-he Te-it, Sedunia Nomor satu Usianya kurang lebih 50 tahun, dan dia adalah ketua dari Perkumpulan Kang-jiu-pang Perkumpulan Lengan Baja yang didirikannya di Secuan..Di tangan kirinya tampak sebatang senjata tombak gagang panjang, dan selain terkenal sebagai seorang ahli bermain tombak, dia pun terkenal sebagai seorang ahli bermain tombak, dia pun terkenal memiliki lengan sekuat baja Pakaiannya ringkas seperti biasa dipakai oleh seorang ahli silat dan setiap gerak-geriknya menunjukkan bahwa dia telah mempunyai kepandaian silat yang sudah mendarah daging di tubuhnya. Orang ke empat adalah seorang berpakaian sastrawan, sikapnya halus, usianya 50 tahun tapi masih tampak tampan, tubuhnya sedang dan dia sudah menjura ke arah kedua orang datuk golongan hitam itu. Di pinggangnya terselip sebatang mauwpit alat tulis pena panjang. "Kami berlima dengan tujuan yang sama datang ke tempat ini, tidak sangka bertemu dengan dua orang tokoh terkenal seperti Ji-wi Anda berdua, Pat-jiu Kai-ong dan Kiam-mo Cai-li, terutama sekali kepada Cai-li, terimalah hormatku." Pat-jiu Kai- ong sudah segera Cerita Silat Manusia Setengah Dewa doemaz Member Joined Feb 1, 2015 Messages 60 Likes Received 4 Trophy Points 8 bang, kok teksnya gak rapih, kayak dapet copas dari file PDF ya bang? tapi seru juga membaca cerita silat, cuma sy lebih suka nonton filmnya, palagi the Raid .. Share This Page